Thursday, October 29, 2009

A precious one

Lying on my bed
Staring at nothing
Wishing a hope
Saying an amin..

Remembering the things we've done
How sweet he adored me
How surely he promised me
How cute he made great things we will do..

Then I cry..

Those things are turning away from me..

It leaves me pains
It leaves me tearsdrop
It leaves me empty
It leaves me no hope..

I know, he knows
Its done..

But why at this point,
I am the one who lives in painful
I am the one who hurts deeply inside
I am the one who has lots of sorrow
Whereas, we made a beautiful dream as foundation to live with..

I am too much to love
I am too much to fall..

He was the one who fixed mine
He was the one who trusted me
He was the one who put great dreams
But he is the one who breaks mine into many pieces..

I am not that stronger..
But I will be stronger..

Now..
I put this love into a locked box
I melt the key to nothing
So this is it..
Waving and saying a goodbye to a precious one..

Monday, October 26, 2009

ketika

ketika janji yang sudah tertulis di hati diukir
ketika rangakaian kisah telah menjadi pondasi
ketika banyak janji diucapkan
ada begitu banyak cinta.....

tapi ketika semua itu dipaksa diambil
tapi ketika sang pengucap janji tak sanggup lagi berjanji
tapi ketika kuasa tuhan tak lagi diperdebatkan
ada begitu air mata....

tak ada usaha
yang ada hanya cela
tak ada bahagia
yang ada hanya duka
tak ada pengertian indah
yang ada hanya keputusan nelangsa

pintu itu dipaksa ditutup dengan keras
meninggalkan luka yang begitu mendalam
mengharap masih bisa terbuka
tapi terkunci dengan beribu alasan agar bisa membukanya

pemilik pintu lelah
menunggu dibalik pintu dengan rendah
dan berharap seseorang bisa membukanya...

doa untukmu...

mencintaimu tak ada sesal
menyayangimu pun tak ada ragu
tapi semakin aku memberikan separuh hatiku
air mata terus menjadi sahabat sejatiku

ku bersujud kepadaNya
meminta kkeindahan untuk bersama
aku berdoa untukmu
agar semua baik baik saja

bulir bulir air mata menemani setiap kata
terbata aku berdoa
bersiap menerima semua petunjukNya
dan mengembalikan hati ini pada pemilikNya

mencinta tapi tak berharap dicinta
menyayangi tapi tak berharap sayang itu masih ada
membiarkannya tersimpan rapi
mungkin suatu saat Tuhan memintanya bersama lagi

doaku tak henti terucap
untuk bahagiamu, kebaikanmu
untuk semua janji yang tersimpan indah
aku tak kan meminta

aku berserah diri
melepas hati ini kemana dia pergi
jika muara itu padamu
maka tak kan ada ragu dariku untukmu

aku berikhlas diri
melepas sedih yang tak kunjung berhenti
jika muara hatimu bukan aku
jika muara hatiku bukan kamu
maka biarlah cinta bertemu dalam doa....

Disaster Monday 19

Bismillah.....

Entah ada apa dengan hari ini, tapi sepertinya ini adalah hari sial dalam bulan ini *selain ada hari lain yang sepertinya lebih sial*
Hari ini benar benar diuji, sangat diuji....

06.10 AM
Berangkat sekolah, sedang tidak ingin mengebut seperti biasa, karena memang masih ada 20 menit lagi sebelum gerbang sekolah ditutup. 40km/h Spinny berjalan santai. 500 meter dari rumah, seorang ibu ibu yang sepertinya tergesah gesah membunyikan klakson panjang di belakangku. Masya Allah, kaget! Salahku apa ya? ini Spinny sudah minggir seminggir minggirnya. Menurutlah aku, menurunkan kecepatan Spinny agar si ibu bisa lewat. Eh, si Ibu malah nyerobot dengan kecepatan tinggi, hampir menabrakku. Huff....
Masih pagi, cuma bisa geleng geleng kepala...

06.25 AM
Karena sehari sebelumnya belum sempat makan nasi, maka pagi ini memaksa diri untuk makan sepotong roti dan segelas kopi susu *tepatnya setengah gelas, share dengan bapak wakasek*
Lumayan mengantuk, karena kemarin malam hanya tidur beberapa jam saja. Pikirku, mungkin minum sedikit kopi susu bisa menjaga mata agar tidak mengantuk.

06.40 AM
Upacara sedang berlangsung. Mulai merasa aneh pada diri sendiri. Seakan mau roboh. Kepala pusing bukan main. Mencopot sepatu agar kaki bisa lebih enak saat berdiri. Menggoyang goyangkan badan agar pusing nya segera menghilang. Dalam hati sudah berpikir, semoga tidak pingsan. Apa ini efek makan roti atau setengah gelas minum kopi susu ya? Karena memang dari kecil sangat tidak terbiasa sarapan. Mencoba menahan sakit saat detik detik terakhir upacara. Alhamdulillah, aku baik baik saja. Dan tersimpuhlah aku ketika upacara selesai.

06.20 AM
Mendapat kabar lumayan tidak enak dari beberapa guru senior tentang hal yang sebelumnya tidak terbayangkan akan menjadi rumit. Benar saja, aku disalahkan atas kesalahan yang tidak kulakukan. Surely, aku merasa tidak bersalah. Tapi pandangan aneh mulai dihibahkan padaku. Menggunjing pun di depanku. Huff.... harus tenang, tapi benar benar tidak tenang. Mengajar pun berpikir macam macam. Dalam lingkungan kerja 80% junior selalu kalah dari senior.

08.30 AM
Kesabaran menjadi seorang guru benar benar diuji. Ini menempatkanku di posisi aku harus bisa membedakan mana masalah pribadi dan mana masalah edukasi buat murid muridku. 12 orang membolos saat jam pelajaranku. Dan menemukan mereka ngobrol asyik di kamar mandi. Memberi sedikit wejangan plus pertanyaan pada mereka, tapi yang ada, beberapa diantara mereka menertawakanku. Huff.... Ini.... Yang membuat kesabaran seorang Qisthi sampai pada limitnya. Mereka semua tahu, I dont like being laughed when it is not funny at all... Aku pun marah semarah marahnya. Mengeluarkan mereka dari kelas, sang Wakasis sedikit menolong untuk menghukumnya. DIKERINGKAN dibawah terik matahari. Karena tak ada ide lagi di pikiran, dan harus mengurus murid yang lain yang masih di dalam kelas untuk tetap mengajar, menurutlah aku membiarkan mereka berteman dengan sang matahari. *pikiran amburadul*

10.00 AM
Meminta maaf pada murid yang terhukum, dan memaafkan sekaligus menerima janji mereka untuk tidak mengulanginya lagi. Alhamdulillah...

Tapi sang Wakasis datang dan menanyakan tentang persoalan murid asuhanku yang tidak masuk sekolah selama satu minggu. Apa karena memang alasan sakit atau alasan yang membuatnya malu masuk sekolah karena kasus pencurian yang akhirnya terungkap bahwa dia memang yang melakukannya. Masya Allah, aku lupa belum mengeceknya. Segera sibuk mencari alamat, dan akan berkunjung ke rumah sang murid untuk melakukan kunjungan.

12.10 PM
Menerima telpon dari seorang teman satu kampus yang mengabarkan bahwa jumlah SKS selama dua semester belum juga keluar bingungnya bukan main. Ya inilah resiko kuliah di universitas yang tidak seberapa bonafit dan hanya mengeruk dompet dompet guru yang masih kuliah disitu hanya untuk mendapat gelar sarjana. Kalau sudah begini, kejelasan lulus semester ini menjadi TIDAK JELAS

01.00 PM
Membicarakan masalah ketidak enakanku dengan guru senior dengan beberapa guru yang bisa dipercaya, dan menjanjikanku untuk menyelesaikannya baik baik. Alhamdulillah.

01.30 PM
Ke rumah sang murid. berharap sang ibu berada di rumah, tapi ternyata beliau sedang bekerja. Jadi hanya menemuinya dan nenek yang sudah renta dan sakit sakitan. Si nenek menangis melihat kelakuan sang cucu yang tidak bisa diatur. Ya Allah... Si nenek pun bercerita tentang kondisi keluarga. Aku hanya mendengar, sekali bertanya. Tidak menginterupsinya, biar ini jadi ajang untuk mencurahkan isi hati seorang nenek kepada ku. Beliau pun menangis.
Memberi sedikit pengarahan pada sang cucu sekaliagus murid asuhku. Mereka berdua menangis. Semoga Allah melindungi dan memberikan kemudahan bagi keluarga itu.

07.00 PM
Mengeluh tentang kiriman paket dari online shop di fesbuk yang belum terkirim sampai sekarang. Dan the owner cuma bilang sabar *sudah sabar mbak sedari tadi* mengecewakan!

03.00 PM-now
Merasakan kehilangan super akut. Kalau biasanya da yang bisa kuajak sharing, atau tertawa, atau meminta sesorang memberi semangat dikala aku sedang kehilangan semangat. Sekarang sudah tidak bisa. Huff.... Kehilangan, dan juga merasakan kangen dosis tinggi. Tapi memunculkan pikiran dalam otak : "belum tentu juga yang di sana merasakan hal yang sama, jadi sebaiknya mengurangi dosis itu."
Susah, tapi harus bisa, memberi penekanan dan pemaksaan pada diri sendiri untuk bisa. Kalau sudah masalah perasaan gini, paling susah mengontrol. Apalagi bertubi tubi masalah datang hari ini. Jadi ending yang seperti ini sebenarnya tidak kuharapkan. Kalau sudah seperti ini bingung mau menyalurkannya pada siapa...
Hm... Love starts depressing mine...



*semoga besok lebih baik dari hari ini*
*memohon pada Sang Khalik untuk memberikan segala kemudahan dan memberikan petunjukNya untuk terus menolongku*
*berharap mempunyai hati yang bersinar lagi*

Sunday, August 30, 2009

Ketika Tidak Bebas Mencinta...

Mencoba melukiskan gambaran seorang teman yang tidak bebas mencintai seseorang.

Ketika aku bertanya padanya sudah siapkah kamu menikah? dia bilang "iya aku siap", dia pun mengidamkan menikah dalam waktu dekat, tahun depan mungkin. Tapi masalah selalu muncul ketika dia mencintai sesorang...

Kenapa?

Hidup di keluarga menengah atau level atas tidak selalu mengenakkan. Permintaan orang tua menjadi nomer satu diatas keinginan dirinya sendiri. Memang ini bukan zaman Siti Nurbaya yang harus mau dijodohkan sana sini, seperti sinetron atau film lepas saja mungkin hidupnya ini.

Ketika dia mulai menyukai si A, dia selalu meributkan berbagai pertanyaan yang akan pasti dipertanyakan orang tuanya...
"Anaknya siapa?"
"Kerja dimana?"
"Rumahnya dimana?"
Pertanyaan normal pasti, tapi akan menjadi banyak masalah ketika si A bukan anak dari keluarga yang cukup secara materi, akan menjadi masalah juga ketika pekerjaan si A biasa biasa saja. dan ketampanan juga menjadi urutan pertama dari banyak alasan yang lain. Kalau tidak ganteng, uh jangan harap bisa deket deket dengan anak gadisnya.

Dan sampailah hatinya teronggok pada satu cinta yang disimpan di hatinya. Sebut saja dia Mr. X
Berasal dari keluarga berada, belum mempunyai pekerjaan yang mapan, dan tidak seganteng Brad Pitt atau Nicholas Saputra. Tapi baik luar biasa, dan mempunyai cita cita yang insya Allah bisa diraihnya. Tapi sayang... Orang tua temanku ini mempunyai daftar alasan untuk tidak memperbolehkan anak gadisnya untuk merealisasikan keinginannya untuk menikah...

Jadi kasihan, diatas segala gelimang harta yang didapatnya, ada satu keindahan yang tidak bisa dengan mudah untuk diraihnya.

Alhasil, hubungan pertemanan pun mereka lakukan secara sembunyi sembunyi...

Melihatnya miris...
Hanya mampu berdoa agar orang tuanya bisa membuka mata, bahwa anak gadisnya bisa bahagia dengan pasangan yang tidak tampan, asalkan beragama, dapat membimbing anaknya menuju kebaikan, harta dan fisikly bukanlah hal utama...
Semoga Allah memberikan yang terbaik... amin..

Sunday, August 23, 2009

love or being loved

sudah lama ndak nulis...
then this time, perhaps i will be writing such a love writing again ^^

sebenarnya kisah cinta Qis yang lalu masih sangat melekat... but someone seriously told me... if you want to be special, so let someone who loves you, love you...

mungkin sudah saatnya membiarkan orang yang mencintai kita masuk ke dalam hidup kita. then we will feel so special, well... Qis pun mencoba saran itu... why do I wait someone unreachable if there's someone who concerns bout my existence in this world...

then i know him,
slowly...
hen he really makes me so special...
feel that i am so important
precious
like goddest
like princess
like his jewelry in his palm...

inikah rasanya dicintai?

kemudian Qis menyadari bahwa inilah saatnya Qis berhenti berlari mengejar impian untuk mendapatkan cinta yang Qis kagumi. berhenti berjalan untuk mengharap cinta yang Qis kagumi. saatnya benar benar berhenti...
lebih baik dicintai dari pada mencintai....

dan biarkan cinta itu datang seiring berjalannya waktu, membalas dia yang mencintai kita...

dan,,
Qis mulai menemukan jalan mencintainya, menyayanginya, seperti yang sudah dia lakukan sebelumnya...

cupid has sent his arrow to me...

then finally i learn something new...
in the past, i always ignored something about being loved, coz i believed that it would be hard for me to love him back in return and would rather to choose push my self to wait, to hope someone that i love so much to love me as a return...
then now, its proven... i was wrong...
love appears in many circumstances, including the way that i've ignored before. like miracle, i have love, for him, and for me... from the thing that i had no believe to something i believe...

then...
just dont wait someone you love if you surely cant get him/her, but let someone who loves you fix your heart and let him/her makes you special.. ^^

Thanks to mbak Amel who gives me a direction to cross my mind
Thanks to Ivan who gives me so much love to live
And thanks to "him" that let me learn from all of the thing we had made, you're still special, but let the special one leads me to make me more special than me to you, or you to me...

Friday, July 24, 2009

My first day as their hoomrome teacher..

Jam 6.20 aku telah sampai di sekolah, hari ini awal yang cukup berantakan. Memakai seragam yang tidak semestinya karena seragam aslinya lupa belum dicuci. Lupa juga tidak memakai sabuk sebagai aksesoris baju yang biasa menempel di baju, lupa juga tidak membawa SIM dan STNK motor. Mungkin semua itu akibat dari terlalu bersemangatnya aku bertemu dengan murid baru kelas VIII.

Setelah berhaha-hihi dengan beberapa teman guru, sampailah aku dilapori oleh guru BK yang memberitahukan enam murid di kelasku dua hari kemarin tidak masuk. Alasan : Alpha

Oke, satu masalah muncul. Enam orang bukan jumlah yang sedikit. membolos bersama juga bukan ide kreatif yang enak didengar sebagai wali kelas mereka. Aku pun berusaha mengumpulkan informasi beberapa orang yang hobi bolos sekolah waktu mereka kelas VII.
Akhirnya tugas pertama pun dimulai. Menelphon orang tua mereka untuk menanyakan keberadaan anak mereka. Tidak semua orang tua kooperatif dan menyerahkan tanggung jawab sebagai tanggung jawab bersama. Namun aku mencoba ikhtiar, Alhamdulillah dari tiga orang yang bisa kuhubungi, satu telpon itu berhasil diangkat. Aku pun menceritakan keadaan sebenarnya, dan Alhamdulillah pula, ibu ini cukup kooperatif. Alhasil waktu istirahat, beliau berhasil membawa anaknya kembali ke sekolah.
Setelah kutanyai pelan, "dari mana? kok tidak ke sekolah padahal pamit ke sekolah?"
Dia menjawab, "duduk duduk di GKB, miss... saya tahu saya telat masuk sekolah. jadi duduk duduk saja sampai nanti pulang."

Namanya Yudha, melaksanakan kelas VIII nya sebagai tahun keduanya. Anaknya pasif, tidak nakal, bukan trouble maker, dan mempunyai kebiasaan yang cukup aneh... (akan diceritakan di kisah selanjutnya)
Akan ada usaha khusus untuk menanganinya, insya Allah aku bisa....

Istirahat belum genap, salah seorang guru melaporiku lagi. "Miss, kemarin anaknya bertengkar di depan kamar mandi. Cakar cakaran!"
(woot)
Apalagi ini? Dua murid cewek yang terkenal trouble maker beradu pencak silat di depan kamar mandi? (well, tidak keren memang untuk tempat adu jotos mereka)
"tolong diproses ya, Miss" (next chapter for full story)

Memasuki kelas VIII C, hati sudah tidak karu-karuan, berbekal konsultasi dengan guru senior. aku pun mulai memberikan penekanan pada 38 anak (5 tidak masuk) dengan ketegasan yang tidak pernah kulakukan sebelumnya.

Aku pun melihat seisi kelas, Alhamdullilah, my first impression as their homeroom teacher bisa dikatakan berhasil. Aku yakin langkahku ke depan akan berjalan baik baik saja, walau aku yakin pasti ada banyak kerikil. Tapi tidak masalah, ini akan membuat aku belajar dan belajar lagi.

Ini adalah tantangan besar, dimana kepercayaan Pak Boss kepadaku untuk membuat mereka lebih baik adalah amanat. Insya Allah...

Ganbatte,,,
Fighto-OH!